Thursday, June 30, 2011

Melihat Isya` Mikraj



Hari ini adalah 27 Rejab , hari dimana peristiwa Isra`Mikraj berlaku . Kisah yang acap kali kita dengari sejak kecil lagi dan kisah itu disampaikan dari satu generasi ke satu generasi .

Tapi , adakah kita mengambil iktibar dari peristiwa isra` mikraj ?

Melihat peristiwa isya` mikraj itu , sebagai panduan untuk kita melihat , dimakah nilai kita sebagai hamba . Ya ,dengan melihat dan menteladani peristiwa isra` mikraj , kita pasti merasai akan nilai sebagai hamba .

Bukti ?

Peristiwa isra` mikraj menunjukkan kepada kita akan perjalanan Rasulullah SAW menemui ALLAH . Sewaktu peristiwa itu juga , Baginda telah dipertontonkan akan pembalasan yang akan diterima oleh manusia dalam setiap apa yang mereka lakukan . Tapi adakah kita pernah terfikir , dimanakah diri kita ?

Isya mikraj adalah satu peristiwa yang membuka skop kaca mata penglihatan kita ; adakah kita melihat dengan kaca mata keimanan atau kaca mata kelogikan . Melihat isra` mikraj ini adalah salah satu cabang , melihat sesuatu dengan kaca mata keimanan . Hal ini kerana , hanya iman sahaja yang boleh membuktikan peristiwa ini.

Peristiwa ini juga berkait rapat dengan kehidupan kita sebagai hamba . Contohnya , kita tidak lupa untuk mengosok gigi , tapi kita lupa untuk melakukan solat subuh . Kenapa ia berlaku ?

Jawapannya mudah , kerana kita beriman pada ALLAH , tapi kita tidak yakain pada ALLAH . Malah , kadang-kala kita tidak yakin pada apa yang ALLAH janjikan . Inilah kehidupan , kita sentiasa sibuk dengan proses kehidupan berbanding dengan matlamat kehidupan .

Mari kita lihat dan renungkan pada firman ALLAH ;

“ Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali beribadah (mengesakan ibadahnya) kepada-Ku”  (Adz Dzariat:56)

Ya ! Kita lupa mengejar matlamat hidup , tapi kita selalu sibuk untuk mengejar proses kehidupan . Kan lebih baik , andai proses kehidupan itu , kita saluti sekali dengan matlamat hidup . Matlamat hidup untuk beribadah kepada ALLAH .

Isya `mikraj adalah satu peristiwa yang mengajar kita akan erti keimanan kepada ALLAH . Sejauh mana keimanan kita ?

Moga ada manfaat untuk kita semua termasuk saya . Iktibar dari Isya `mikraj , untuk kita tunduk sambil berfikir dan berzikir .

Tuesday, June 28, 2011

Bicara Itu Juga Akhlak




Selalu kita berbicara , selalu kita bercakap , malah , hari-hari kita bercakap. Tapi , adakah kita , setiap hari kembali untuk bermuhasabah , berfikir tentang diri sebelum tidur ?

Sebagai hamba yang jahil , kita memang tidak terlepas dari melakukan kesalahan . Memang kita tak sempurna , tapi kita sebagai hamba , boleh bergerak dan berusaha untuk menuju ke arah kesempurnaan .

Umat Islam sikapnya ; sentiasa berusaha melakukan yang terbaik dari hari ke hari . Menjadikan hari semalam dan yang lepas sebagai pengajaran , untuk meneruskan perjuangan pada hari yang mendatang .

Bicara atau bercakap itu adalah satu nikmat yang ALLAH beri pada hambaNYA yang terpilih , jadi , bagaimana kita menggunakan nikmat ini dengan baik ?

Bicara itu juga dilihat sebagai akhlak . Hal ini kerana , bila kita berbicara , secara tidak langsung , ia menunjukkan diri kita yang sebenar .

Selalu kita dipesan agar tidak menjadi tin kosong , kerana tin kosong , selalunya hanya pandai berbicara , tapi hanya kosong sahaja yang dibicarakan . Tapi , jadilah tin yang berisi , kerana bila berbicara , ia kan mengeluarkan ilmu . Ya , ilmu !

Inilah seni berbicara , harus dibentuk dirumah . Kerana akhlak seseorang itu akan dibentuk bermula bila berada dirumah . Didikan yang pertama ialah dengan mengajar untuk bercakap . Tapi adakah kita mahu melihat generasi kita , hanya pandai berbicara hal-hal yang tiada faedah mahupun yang bisa mengores hati ?

Mari kita tunduk sambil berfikir akan peringatan ALLAH ;

“ Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada kedua –duanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” ;(Surah Al-Isra ayat 23 )

Berdasakan ayat Al-Quran diatas , jelas menunjukkan menyatakan kepada kita bahawa jika perkataan ‘ah’ , ‘uh’ ataupun ‘cis’ tidak boleh diucapkan . apatah lagi perkataan yang lebih terus dari pada itu .

Anak yang soleh dan solehah akan sentiasa menjaga lidahnya daripada menuturkan perkataan yang baik . Mereka akan sentiasa menjaga akhlak sama ada dari segi perkataan ataupun perbuatan .

Saya ada tip untuk melatih diri untuk bercakap sopan  moga kita sama-sama dapat emnagmbil iktibar dan mengamalkannya .
1)       Sentiasa bergaul dengan orang yang baik tutur katanya
2)      Jika mahukan anak atau orang disekeliling kita bercakap sopan , kita haruslah     menjadi contoh
3)      Sentiasa berdoa agar ALLAH memelihara tutur kata
4)      Jangan biasakan berbicara hal yang tidak baik
5)      Banyak membaca AL-Quran dan bahan ilmiah

Moga ada manfaat untuk kita semua termasuk saya . Jom berubah demi keradaan ALLAH .

Saturday, June 25, 2011

Zikir Fikir



Pernah kalian terfikir akan masa lampau kalian,

Kerana masa lampau kalian bisa menjadikan 

Kalian lebih baik dari semalam , dan hari ini

Friday, June 24, 2011

Belajar Dari Laut




“Aku rasa cam nak matailah. Macam-macam masalah akau dapat ”

Pernah dengar ayat diatas?

Itulah ragam manusia yang bergelar hamba . Semuanya nak mudah , semuanya nak cepat , tapi tak pernah fikir akan masa hadapan .

Manusia , memang nak mudah!

Kita sesalu dengar orang bunuh diri. Kita selalu dengar dan lihat , kes pembunuhan . Tapi adakah kita pernah mengambil pengajaran?

Adakah kita mahu mencontohi mereka ?

Manusia ini harus berdiri dengan perasaan sedang beribadah . Oleh itu , kita harus melihat sesuatu yang berada di depan , dibelakang dan dikiri atau di kanan kita sebagai satu sandaran dan menjadikan ALLAH sebagai harapan .

Melihat kehidupan ini sebagai ibadah , maka kita harus menerima hidup ini penuh dengan ujian dan cabaran . Tanpa ujian dan cabaran , adakah kita dpat merasai kelazatan hidup ?

Jika hidup kita penuh dengan kemudahan , penuh dengan kesenangan , adakah kita yakin yang kita akan bahagia ?

Hidup penuh dengan ujian dan cabaran untuk kita harungi . Usah mengeluh , tapi terima dengan reda dan tenang . Ujian ini datangnya dari Tuhan , pencipta kita , oleh itu , jika ada masalah , rujuk kembali padaANYA , kerana DIAlah yang mengetahui jalan penyelesaiannya .

Iktibar dari laut . Mencontohi sifatnya .

Laut itu luas . Laut juga ada macam-macam ragamnya . Begitu juga dengan kehidupan kita . Bermacam-macamlah ragam dan tabiat kita . Tapi , kita sesalu melihat ini sempit ciptaannya . Kita sentiasa berfikir , sessuatu masalah itu , hanya tertumpu pada satu jalan , hanya satu cara . Tapi kita tidak pernah terfikir , cara untuk terbang mencari jalan penyelesaiannya .

Laut itu luas , maka luas jugalah ragamnya . Masalah itu sedikit , tapi jalan penyelesaiiannya luas . Harus dilihat 360 darjah 3-demensi untuk menyelesaikannya . Kenapa harus begitu ?

Sebab , setiap yang terjadi pada kita adalah yang terbaik untuk kita . Tidak salah , kalau kita meneropong , lubang yang lain untuk mencari penyelesaiannya , tapi harus berpandukan syariat .

Ingat . dunia ini luas , cabaran dan ujian itu kemanisan . Jalan penyelesaian ada dihadapan untuk kita laluinya dan merasai akan erti kehambaan , baru kita kenal siapa itu ALLAH , Tuhan Pencipta Seluruh Alam .

Moga ada manfaat untuk kita semua termasuk saya . Sambil kita tunduk dan berfikir , nikmat Tuhan mana yang telah kita dustakan.

Tuesday, June 21, 2011

Pada Saat Itu




Saat ALLAH menjawab doamu , ALLAH menambah imanmu ,

Saat ALLAH belum menjawab doamu , ALLAH menambah kesabaranmu ,

Saat ALLAH menjawab doamu namun tidak seperti yang diharapkan , ALLAH memberi yang terbaik untukmu .

Yakinlah ALLAH akan selalu menjagamu

Wednesday, June 15, 2011

Menanti Sebuah Jawapan




Melihat langit ILAHI ,

Menanti sebuah jawapan dari Tuhan ,

“ Adakah doaku dimakbulkan ? ”

“ Cukupkah amalan ku ya Tuhan ? ”


Saturday, June 11, 2011

Iman dan Cinta




Jalaluddin ar Rumi pernah berkata : 

"Aku melihat ramai yang pandai berenang tetapi lemas di laut, 

akan tetapi aku belum pernah melihat sampan 

yang bernama iman dan cinta itu 

karam di lautan.."