Wednesday, February 15, 2012

AWAN ; Doa Dengan Yakin


( Gambar sekadar hiasan sahaja ^^ )

Perjalanan AWAN diteruskan dengan doa.
Moga ada manfaat untuk kita bersama termasuk saya .

|
|
|
|
|
|

Awak , ari tu kami melawat sedara saya yang baru balik haji . Tenanag je bila tengok dia orang , rasa sayu je , tiba-tiba rasa nak pergi sana . Tapi , saya nak pergi dengan awak . Boleh tak ? Maksud saya kita pergi sana waktu kita dah halal lah ehh

-----------------------------------------------------------------------------

Jam sudah menunjukkan jam 2 pagi . Kami masih menghabiskan masa di dalam kawasan Masjidil Haram , menghadap ke arah Ka`abah . Sayu dan syahdu malam ini .

Hasrat yang sudah lama kami mohon bersama akhirnya Allah bagi juga jalan untuk mencapainya . Malam ini adalah malam terakhir kami di sini , kerana esok kami akan pulang ke Malaysia. Maka , sudah sempurnalah ibadah umrah kami .

“Sayang , rapat sikit dengan abang . Ada someting yang abang nak cakap ” , aku memulakan bicara dengan isteriku .

“Apew pulak tak boleh . Sayakan isteri abang . Bukankah , isteri itu sentisa dekat dengan suami ? Tapi , abang nak cakap apa ek ? Berdebar pulak saya”, balas isteriku dengan iringan senyum yang menguntum.

“Sebelum abang nak beritahu , abang nak nyanyi sikit boleh ? Tapi syaratnya , sayang kene pejam mata dulu . Cari feeling , sebab suara abang tak berapa sedap . Manalah tau kalau sayang pejam mata , tiba-tiba suara abang jadi sedap”, aku membalas.

“Abang ni , suka sakat saya kan. Okey , cepatlah nyanyi , dah lama tak dengar abang nyanyi”, isteriku membalas.

Manisnya senyummu menawan kalbuku
Ayu wajahmu pesona bak salju
Lembutnya tingkahmu penyejuk jiwaku
Sopan-santunmu pengikat kasihku

Syukur-syukur pada-Mu ya Esa
Kau kau kurnia dia yang setia
Menemani sepi kembara

Jujur setiamu tiada tandingan
Nur kasihmu membawa bahagia
Senyum tawamu penghibur resahku
Tingkatkan taqwa
Perteguh imanmu

Kusemai kasih ku titip mesra
Ingin kucurahkan rahasia hati ini

Bersatu hati berpadulah jiwa
Bersama kita mencari ridha-Nya
Ya Ar-Rahman..Ya Ar-Rahim
Satukan kami dunia akhirat


Dengan suara bernada perlahan , aku menyanyikan lagu Isteriku dari kumpulan Syifa . Aku perasan , isteriku asyik tersenyum sepanjang nasyid itu aku dendangkan . Pipinya mula kemerah-merahan tanda malu . Walaupun isteriku seorang yang sederhana , namun dia tetap cantik .

Habis sahaja aku nyanyikan lagu itu , aku meminta dia membuka mata dan memandangku .

“Sayang tahu , sejak abang kenal sayang , Allah sedikit sebanyak didik diri abang . Lebih bersemangat , lebih bermatlamat dan lebih bersabar . Malah , Allah didik abang dengan sikap , yakin dengan doa”

Mata isteriku betul-betul memandang kearahku . Perhatiannya diberikan 100% kepada percakapanku. Nampak macam teruja , mungkin juga kerana terkasima dengan suaraku agaknya .

“Abang pernah doa , agar Allah bawa kita samapai ke Baitullah ni . Setiap hari abang doa , malah lepas je sayang beritahu hasrat sayang pada abang , abang mula kumpul duit , mula tanam azam . Paham tak maksud abang ? ”

“Ce abag cerita dulu , saya dengar je dulu”

“Maksudnya , bila kita berhajat sesuatu , jangan lupa doa pada Allah . Hakikatnya , semua yang ada ini Allah yang punya , maka , kita mintaklah pada Dia . Tapi , ramai orang silap dalam ketika doa . Mereka berdoa , tapi hanya sekadar berdoa tanpa usaha . Bukankah Allah mahu lihat usaha kita ? ”

“Kadang-kadang , apa yang kita doa itu , Allah cepat makbulkan . Kadang-kadang juga apa yang kita doa itu Allah lambat makbulkan , malah kadang-kadang doa tersebut langsung Allah tidak makbulkan . Buka bererti Allah tak suka kita atau suka kita , tapi Allah nak uji kita ”

“Tapi , sayang kene ingat bahawa , Allah tahu mana yang terbaik untuk kita . Bila mana Allah lambatkan atau tangguhkan doa hambanya , sebenarnya Allah sedang mendidik dan mengujinya . Ya , menguji kesabaran dan keimanannya sebagai hamba . Malah mereka ini Allah didik mereka dengan sifat istiqamah dan tidak mudah putus asa . Tujuannya mungkin Allah nak pagar hati dan imannya agar bila dah dapat apa yg di hajati , tak mudah bangga diri , lupa Allah , malah tinggalkan ibadat”

“Bagi yang Allah tak makbulkan doanya , Allah tahu mana yang terbaik untuknya . Mungkin dia tak dapat apa yg dia hajati , tapi mungkin Allah dah aturkan sesuatu yang lebih baik berbanding apa yang dia hajati . Malah , kalau kita perhatikan , orang-orang dari golongan ini , Allah tawarkannya dengan ketenangan hati . Pernah alami kan ? ”

Isteriku tersenyum mendengar apa yang aku sampaikan . Dia membetulkan cermin matanya . Bahasa tubuhnya menandakan bahawa , dia paham akan apa yang aku cuba sampaikan .

“Sya, abang nak ucap selamat hari lahir . Semoga dengan bertambahnya usia sayang , maka bertambahlah usaha sayang untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik . Bila dah tambah umur ini juga , harap-harap bertambahlah juga ketaatan dan ketaqwaan dan jauh dari kemurkaan .Moga-moga , sayang abang ni boleh jadi isteri yang solehah , ibu yang mithali . Doktor yang beriman . Abang tak ada hadiah , tapi Allah bantu abang untuk realisasikan hajat sayang sembilan tahun lepas . Kira macam hadah jugalah eh”

Aku tersenyum .

“Hari-hari saya dapat hadiah . Hadiah berkongsi hidup dengan abang . Rasa bahagia dan selamat je bila abang ada dengan saya . Alhamdulilah , saya tak tau nak cakap macam mana lagi . Sangat-sangat terharu . Allah sahaja yang tahu apa perasaan saya sekarang . Terima kasih abang . Terima kasih ” , kain telekungnya basah dek mutiara jernih yang mengalir tanda syukur. Isteriku seorang yang cukup sensitif , mudah sahaja mengalirkan air mata .

Sangat terharu . Sayu .

Aku hanya sekadar tersenyum tanda syukur . Tahan punya tahan , maka ia mengalir juga . Kami sama-sama mengalirkan air mata kesyukuran atas nikmat ini dan atas doa kami yang telah Allah makbulkan .

Tiba-tiba , isteriku diam . Air matanya dikesat . Senyum manjanya di ukur kembali . Perutnya di gosok-gosok .

“Abang , yang dalam perut ni pula , Allah hadiahkan untuk abang . Abang dah nak jadi ayah , dan sayang dan nak jadi ibu  ”

Aku terdiam . Terkasima seketika . Alhamdulilah , itu perkataan pertama yang aku keluarkan dari kotak mulutku . Mengeletar seluruh tubuhku , hanya Allah sahaja tahu betapa gembiranya aku pada saat itu . Syukur.

Isteriku menambah , "Jika kamu bersyukur maka Aku (Tuhan) akan menambah (nikmat) itu kepada kamu. Dan jika kamu engkar maka sesungguhnya seksa Aku amat pedih."

Sebelum pulang ke hotel , kami sempat melakukan solat sunnat hajat dan sujud syukur . Sewaktu perjalanan pulang , isteriku sempat lagi mengusik .

“Jal oh Jal . Sweet sungguh la suami saya . Romantik sungguh , ni yang saya sayang sangat ni ”


Sunday, February 12, 2012

AWAN ; Belajar Dari Ikan





Pantas aku mengeluarkan telefon pintarku. Nama isteriku kucari, dan kemudian punat dail kutekan.

Aku menunggu.

Kedengaran panggilanku diangkat. Salamnya mendahului suaraku. Aku tersenyum.

“Ada orang beritahu abang , Adriana Edlina rindu abang. Betul ka ?”

“Mestilah rindu kat abang ”

“Malam ni , abang nak ajak sayang dengan anak-anak kita keluar makan kat luar ”

“Eh , kenapa pelik tiba-tiba ni ? Sayang ada buat salah kah ?”

“Saje je . Dah lama kita tak makan kat luar sama-sama . Lepas isya boleh tak ? Ayang siapkan anak-anak ya . Before that , malam ni , kita pakai baju warna sama eh .”

“Boleh diatur semuanya , tapi , abang nak bawa kami makan di mana ? Ce cerita sikit , kenapa tiba-tiba nak ajak kami keluar makan kat luar . Rasa pelik pulak saya di buatnya?”

“Rahsia . Malam ni baru abang beritahu .”

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  - - - - - - - - - - -

“Macam mana kerja di hospital baru , okey tak ? ”

Isteriku tersentak . Mulutnya berhenti dari mengunyah makanan . Soalan yang aku utarakan itu benar-benar mengubah situasi mood kami malam ni .

“Kenapa abang tanya macam tu ? ” , isteriku menyoal.

“Saja nak tanya , manalah tahu ada beza antara Batu Pahat dengan Bangi ni ” , senyumku terukir.

“Beza . Ada yang bezanya . Ada yang baik , ada juga yang tak baiknya . Kadang-kadang , pelik pulak cara diaorang buat kerja . Tak pe la , lama-kelamaan insyaAllah okey ” , isteriku menjawab .

Aku masih lagi kurang berpuas hati dengan jawapannya . Dari bola matanya yang agak berlainan , nampak sangat , ada perkara yang dia sembunyikan .

“Sayang pernah pergi lautkan . Air laut masin kan  ”

Dia menganggukkan kepalanya tanda setuju .

“Pernah tak sayang belajar dari ikan ? ”

Mukanya berubah . Mungkin dia tidak paham akan apa yang aku maksudkan .

“Okey macam ni . Air laut masin , tapi walau semasin-masin mana pun air laut itu , rasa ikan tetap tidak masin . Malah air laut itu lansung tidak mempengaruhi keenakkan rasa ikan tersebut . ”

“Inilah yang kita boleh pelajari dari ikan . Jangan sekali-kali dicorakkan dengan suasana , sekiranya suasana yang kita hadapi itu negatif . Memang ada orang cakap , masuk kandang kambing , kita mengembek , masuk kandang kerbau kita menguak , tapi kita tak bolehlah ambilnya secara mutlak . Mana yang baik kita ikut , mana yang tak baik , tak payahlah terpengaruh ”

Isteriku tersenyum . Bola matanya yang sejak dari tadi agak blur , kita bertukar keseri-serian menandakan dia paham akan apa yang cuba aku sampaikan .

“Kita kene jadi virus . Betul tak bang ? Sebab , kalau situasi kat sekeliling kita tak berapa elok , kita sendiri , kalau boleh menjadi virus untuk menyebarkan kebaikan .”

“Benar sayang . Lepas ni , abang tak nak tengok , bila sayang balik rumah , muka monyok je . Boleh tak sayang abang ni ?” , balasku dengan nada yang agak memujuk.

Tersenyum aku bila melihat keletah Aisyah dan Humairah bila makan ayam goreng kegemarannya .

“Aisyah , Humairah , tolong ayah boleh ? Pergi sebelah ibu , lepas tu tutup mata ibu”

Isteriku terpinga-pinga . Tindakan anak-anaknya yang manja itu benar-benar membuatnya tersenyum.

“ 1 , 2 , 3,  okey bukak mata . Selamat ulang tahun untuk kita sayang . Hari inikan 12 Februari ” , aku menghulurkan Jambangan bunga ros merah bersama sebungkus hadiah .

“Terima kasih abang . Saya ingatkan abang lupa .”

“Mana abang boleh lupa . Abangkan sayang Adriana Edlina . Bidadari abang tu ” , aku menuju kearah isteriku . Pipinya ku cium , diikuti Aisyah dan Humairah .

Hangat . Mungkin , rasa kasih sayang antara kami benar-benar mekar . Moga cinta kami sampai syurga dan Allah reda .

Wednesday, February 8, 2012

Isteriku


Manisnya senyummu menawan kalbuku
Ayu wajahmu pesona bak salju
Lembutnya tingkahmu penyejuk jiwaku
sopan-santunmu pengikat kasihku

Syukur-syukur pada-Mu ya Rabb....
Kau karuniai dia yang setia
Menemani sepi kembara

Jujur setiamu tiada tandingan
Nur kasihmu membawa bahagia
Senyum tawamu penghibur resahku
Tingkatkan taqwa 
Perteguh imanmu

Kusemai kasih titip mesraku
Ingin kucurahkan rahasia hati ini

Bersatu hati berpadulah jiwa
Bersama kita mencari ridha-Nya
Ya Ar-Rahman..Ya Ar-Rahim
Satukan kami dunia akhirat

Syukur-syukur pada-Mu ya Rabb
Kau karuniai dia yang setia
Teguh kasih penawar duka

Jujur setiamu tiada tandingan
Nur kasihmu membawa bahagia
Senyum tawamu penghibur resahku
Tingkatkan taqwa
Perteguh imanmu

--------------------------------------------------------------

Bulan ini , bulan Februari . Bulan cinta palsu .
Bulan di mana orang ramai berpura-pura , berkonon- konon
memberikan cinta pada kekasihnya .
Maka , saya pilih lagu ini sebagai penawar kepada cinta palsu .
Cinta yang lebih bermatlamat .
Menyemai cinta kearah redha Allah dan menyampaikannya sehingga syurga.
Moga bermaanfaat untuk kita semua termasuk saya .



Sunday, February 5, 2012

Langkah 12 Rabiulawal - Sejauh Mana Saya Melangkah




Hari ini , saya masih lagi dapat menghirup dan menikmati cinta .

Hari ini juga , Allah masih pilih saya sebagai senarai yang akan di bangkitkan pada 12 Rabiulawal 1433 bersamaan 5 Februari 2012.

Alhamdulilah , saya dah sampai umur 19 tahun . Tapi itu kalau mengikut pengiraan dalam bulan Islam dan kalau mengikut masihi , saya masih lagi 18 ^^

Maka oleh itu , umur saya mula bertambah . Mula bertambah . Mula bertambah .

Saya terfikir , sejauh mana saya memanfaatkan umur ini ? Sejauh mana saya membina kematangan dalam hidup ini .

Menyingkap 19 tahun yang telah berlalu , teringat saya pada aturan yang Allah telah lakukan . Sampai sekarang , saya macam tak percaya yang saya bergerak sebagai antara penyebar rasa Islam . Sampai sekarang , saya masih tak percaya yang saya dapat melangkah sejauh ini . Mana tidaknya , saya sendiri pernah terlantar di jalan raya dalam keadaan berdarah dan saat itu nyawa saya tergantung-gantung antara langit dan bumi .

19 tahun ini mengajar saya akan erti hidup .

Hidup yang penuh dengan naik turunnya . Hidup yang penuh dengan gegarannya dan cahayanya .

Satu hari , sahabat saya pernah membandingkan umur muda kita dengan umur muda Sultan Muhammad Al-Fateh . Sejauh mana persamaan ? Sejuah mana perbezaan .

Dalam umur lebih kurang 23 tahun , Sultan Muhammad Al-Fateh telah berjaya memimpin Islam dan mengalahkan tembok-tembok nafsu dalam dirinya . Tapi kita ?

Mengikut pengiraan , saya hanya tinggal lagi beberapa tahun untuk menandingiinya . Tapi sejauh mana saya berusaha dan bergerak ?

Semakin bertambah umur kita , semakin bertambah masa untuk kita kembali pada Dia .

Moga Allah jemput saya dan kita semua dalam keadaan kita telah bertaubah malah diterima taubat kita itu dan kita tidak lagi berhutang dengan sesiapa pun .

Moga hari ini menjadi batu lonjakkan untuk saya berubah kearah yang lebih baik dan Allah reda .



Hikmah Rasulullah SAW Dan Buah Limau




Hari ini Maulidur Rasul . Takdir masih lagi bersama kita , untuk sama-sama menikmatinya . 


Setiap tahun , Maulidur Rasul terus di sambut . Tapi sejauh mana , kita menghayati nikmat berada di bulan kelahiran nabi . Sejauh mana , kita melazimi untuk mengambil hikmah dalam setiap teladan yang Rasulullah SAW lazimi . 


Moga -moga , Maulidur Rasul kali menjadi satu batu lonjatan untuk kita lebih mencintai Baginda . Semperna Maulidur Rasul kali ini , ingin saya kongsikan cerita di sebalik hikmah akhlak Rasulullah SAW . Kisah ini berkisah tentang Rasulullah SAW menghadapi buah limau . 


Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya.Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.


Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda. Sahabat-sahabat agak hairan dengan sikap Rasulullah SAW itu.


Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan "Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab tu saya habiskan semuanya."


Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya di'tewas'kan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.


Moga ada manfaat untuk kita semua termasuk saya . Rasulullah SAW Mekar di Hati 




Wednesday, February 1, 2012

Solusi Relasi ; Kaya dan Miskin



Kaya tidak menjadikan kita lebih tinggi harga diri.

Miskin juga tidak menjadikan kita lebih mulia.

Kaya dan miskin boleh menjadi sebab manusia kufur.

Kaya dan miskin juga boleh menjadi sebab manusia bersyukur.

--------------------------------------------------------------------------

Kata-kata ini saya petik dari kata-kata Ustaz Hasrizal . 
Pada saya , kata-kata ini sangat bernyawa .
Kerana itu saya kongsikan di ruangan Solusi Relasi , 
agar jawapan kepada persoalan dan pemasalan kita itu 
dapat memperbaiki hubungan kita dengan Allah . 
Mari bermuhasabah , mari bergerak kearah yang Allah reda.